Jumat, Maret 28, 2008

Korban Meninggal akibat Busung Lapar di NTTJadi Lima Orang

Reporter : Palce Amalo

KUPANG--MI: Korban tewas akibat busung lapar di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis (6/3) bertambah menjadi lima orang dari sebelumnya tiga.

Dua orang yang meninggal terakhir adalah Mikael Ukad, 1, warga Desa Metina, dan Natanael Leuwanan, 15 bulan, asal Desa Tungganamo, Kecamatan Lobalain. Kedua balita meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba''a di ibu kota Kabupaten Rote Ndao pada Rabu (5/3)petang.

Sedangkan tiga balita yang tewas pada akhir Februari lalu adalah Dewi Henuk, 13, Ribka Lette, 2, Linton Sui, 3.

Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao Jonathan Lenggu mengatakan, lima korban busung lapar itu juga menderita diare, malaria, dan tuberkulosis (TBC). "Penyakit ikutan yang mengakibatkan anak-anak menderita busung lapar. Jadi bukan hanya kekurangan makanan bergizi," katanya saat dihubungi di Rote.

Dia mengatakan, balita yang busung lapar tersebut tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis sehingga tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa mereka. Tubuh mereka hanya tinggal tulang terbalut kulit, sedangkan perut dan kepala membesar.

Sementara itu, pasien busung lapar dan gizi buruk yang masih dirawat di RSUD Ba'a sampai Kamis berjumlah tujuh orang. Mereka datang dari sejumlah desa di Kecamatan Lobalain, Rote Barat Laut, dan Pantai Baru.

Dua di antara ketujuh pasien kini dalam kondisi kritis, yakni Michael Ukat, 1, asal Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain dan Natanya, 1,3, asal Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.

Jonathan khawatir korban tewas akibat busung lapar dan gizi buruk di daerah itu kian bertambah karena sebagian besar warga tidak mampu membeli bahan makanan bergizi akibat miskin. "Pasien yang meninggal, berasal dari keluarga miskin," katanya.

Kekhwatiran tersebut beralasan sebab sampai kini DPRD Rote Ndao belum mengesahkan anggaran penanganan gizi buruk dan busung lapar. "Dana dari pemerintah pusat dan provinsi juga belum ada," tuturnya.

Selama 2007, menurut Dia, korban tewas akibat gizi buruk berjumlah 13 orang. Sedangkan yang menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas tercatat 138 orang. (PO/OL-01)

Tidak ada komentar: